Kamis, 28 November 2013

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah
Komunikasi merupakan satu hal terpenting dalam kehidupan, dengan komunikasi manusia dapat berinteraksi satu dengan yang lainnya, dengan komunikasi kita pun dapat menyatakan dan mendukung identitas diri sendiri. Sangat banyak dari para ilmuan barat yang telah medefinisikan tentang komunikasi. namun, dari berbagai definisi tersebut fungsi dari komunikasi tidaklah jauh berbeda yaitu dapat mempengaruhi orang lain untuk merasa, berpikir, berperilaku sesuai dengan apa yang kita inginkan yang dituangkan melalui penyampaian pesan melalui proses komunikasi. tingkatan proses komunikasi kuantitas manusia yang semakin bertambah menjadikan tingkat proses komunikasi semakin luas. Denis Mc Quail (1987) menyatakan bahwa secara umum proses komunikasi dalam masyarkat dapat berlangsung dalam 6 tingkatan yaitu: intra personal, antar pribadi, komunikasi dalam kelompok, komunikasi antar kelompok, komunikasi organisasi dan komunikasi dengan masyarakat luas.
Ruang komunikasi adalah suatu tempat untuk berbicara atau berkomunikasi bagi manusia. Ruang komunikasi tersebut bisa berupa sebuah ruangan atau juga sebuah tempat yang diciptakan sendiri oleh sipelaku komunikasi baik itu berupa ruang terbuka ataupun tempat – tempat yang lain, yang mereka rasa nyaman untuk berkomunikasi.
Dari penjelasan diatas saya akan meneliti tentang ruang komunikasi mahasiswa arsitektur Unimal untuk tugas Penelitian saya. Karena pada saat ini mahasiswa arsitektur menciptakan ruang komunikasi mereka sendiri tanpa mereka sadari seperti di koridor, lobby dan parkiran kampus. Sehingga dengan permasalahan tersebut bisa mengganggu konsentrasi mahasiswa yang sedang belajar.

1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan dari apa yang telah dijabarkan di atas maka penulis merumuskan permasalahan dari tujuan penelitian ini sebagai berikut :
a.       Apakah dengan adanya ruang komunikasi mahasiswa bisa mengatasi masalah kegaduhan dikampus arsitektur, sehingga mahasiswa yang lagi belajar tidak terganggu dan merasa aman.

1.3  Tujuan Penelitian
Tujuan  penelitian  sangat  penting  untuk   dikemukakan karena, baik kerangka teori maupun metode yang digunakan harus  memiliki  kesesuaian  terhadap  apa  tujuan  dari penelitian yang akan dilakukan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melakukan tinjauan terhadap evaluasi Ruang Komunikasi Mahasiswa di Kampus Arsitektur. Penelitian pada Ruang Komunikasi ini dilakukan untuk mengetahui apakah dengan adanya Ruang Komunikasi bagi mahasiswa Arsitektur dapat mengatasi kagaduhan yang terjadi dikampus Arsitektur.

1.4  Batasan dan lingkup penelitian.
1.4.1        Batasan penelitian
Penelitian hanya sebatas lingkungan ruang komunikasi mahasiswa ini tanpa meneliti lingkungan sekitarnya. Hanya meliputi Kawasan Kampus Arsitektur Unimal.
1.4.2        Lingkup penelitian.
Penelitian Tentang Evaluasi Ruang Komunikasi Mahasiswa Arsitektur dengan meneliti Tentang Ruang Komunikasi Bagi Mahasiswa Arsitektur Unimal.

1.5  Metodologi Penelitian
Metodologi  penelitian  merupakan  rangkaian  atau  proses  yang  dilakukan dalam  penelitian  ini,  meliputi  metode  yang  digunakan,  kebutuhan  data,  teknik pengumpulan dan penyajiannya, teknik sampling serta teknik analisis.

Metode Penelitian

Metode  penelitian  adalah  satu  kesatuan  sistem  dalam  penelitian  yang terdiri dari prosedur dan teknik yang perlu dilakukan dalam satu penelitian (Nazir, 1988). Metode yang digunakan untuk mengetahui  Efektivitas  Pemanfaatan Ruang adalah metode  Analisis Kualitatif. Metode penelitian kualitatif  sering  disebut  metode  penelitian  naturalistik  karena  penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting).